Laman

Memoar pemilu

Ah kertas itu lagi
Yang sarat akan proyek berkarat
Ah tinta itu lagi
Yang akan luntur atas nama uang rakyat
Masih pantaskah nama nama itu
Bertebaran di lembaran suci awan harapan
Masih layakkah ketidakjelasan 
Mewarnai hak konstitusional rakyat
Hanya demi dia yang tak kau kenal
Hanya demi dia yang berjuang tak jelas
Hanya demi dia yang lupa akan janjinya
Mengerang dicumbu kekuasaan
Menganga disaat nurani buta
Apakah ini namanya pesta demokrasi
Ataukah hanya sebuah pesta pembodohan rakyat
Lebih baik kau koyak diriku yang tersenyum pongah
Daripada menjadi gila lima tahun kedepan
Lebih baik kau urusi anakmu yang masih bocah
Dibanding memimpin dengan kehampaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar