Kata mu purnama itu indah
lantas kau terkasima
lalu di dadanya kau lukis dambaan cinta
lalu di wajahnya kau ukir arca setia...
Namun tanganmu tak mampu menggapainya
benderang cahayanya juga milik mentari
dan indah wajahnya cuma fatamorgana.....
sesekali pandanglah rumput
yang terhampar di pelataran ini......
mungkin pelataran ini lebih mengerti
bahawa hijaunya itu persis kejujuran
suburnya bagai naungan setia kasih
dan titis embun di hujung daunnya
adalah pasrah
penuh redha seadanya.......
lantas kau terkasima
lalu di dadanya kau lukis dambaan cinta
lalu di wajahnya kau ukir arca setia...
Namun tanganmu tak mampu menggapainya
benderang cahayanya juga milik mentari
dan indah wajahnya cuma fatamorgana.....
sesekali pandanglah rumput
yang terhampar di pelataran ini......
mungkin pelataran ini lebih mengerti
bahawa hijaunya itu persis kejujuran
suburnya bagai naungan setia kasih
dan titis embun di hujung daunnya
adalah pasrah
penuh redha seadanya.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar